Batam. Warga Pulau Midai, Kabupaten Natuna, yang berdomisili di Kota Batam resmi menetapkan Distrawandi sebagai Ketua PKPM-Batam (Perkumpulan Keluarga Pulau Midai di Batam) untuk periode 2026–2030.
Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Pembentukan Pengurus PKPM-Batam yang digelar di Aula Kediaman Hj. Elliani Salamuan, kawasan Baloi Ditpam, Batam, Minggu (17/05/2026). Kegiatan itu dihadiri ratusan warga Midai di Batam serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda perantauan asal Pulau Midai.
Dalam proses pemungutan suara yang berlangsung demokratis dan penuh kekeluargaan, Distrawandi yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Riau berhasil memperoleh dukungan mayoritas peserta musyawarah dan unggul dari kandidat lainnya.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Distrawandi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan oleh masyarakat Midai di Batam. Ia menilai kepercayaan tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen dan kebersamaan.
“Amanah ini tentu tidak ringan, namun saya yakin dengan kekompakan keluarga besar Pulau Midai di Batam, PKPM dapat menjadi wadah yang solid untuk mempererat silaturahmi dan saling membantu sesama perantau,” ujar Distrawandi dalam sambutannya.
Ia menegaskan, kepengurusan ke depan akan memprioritaskan pendataan warga Midai yang berada di Batam sebagai basis penguatan organisasi. Selain itu, PKPM-Batam juga akan fokus menjalankan berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Distrawandi turut mengajak seluruh elemen masyarakat Midai agar kembali bersatu pasca-musyawarah dan bersama-sama membangun organisasi menjadi lebih maju serta bermanfaat bagi seluruh anggota.
“Perbedaan pilihan dalam musyawarah adalah hal biasa dalam demokrasi. Kini saatnya kita kembali bersatu untuk membesarkan PKPM-Batam demi kepentingan bersama,” katanya.
Musyawarah tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh inisiator pembentukan PKPM-Batam, di antaranya Zulhendri, Candra Ibrahim, Rida Siswandi, Agusti, Alimuddin Hasym, Nurhayati, Lidya Majid, serta M Burhan. Hadir pula para anggota muda-mudi Midai di Batam yang turut memberikan dukungan terhadap pembentukan organisasi tersebut.
Kegiatan musyawarah berlangsung tertib, penuh keakraban, dan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan warga Pulau Midai di tanah perantauan.





