BATAM. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tembesi, Panji, menyoroti belum terpenuhinya sejumlah fasilitas bagi warga Tembesi Tower yang telah direlokasi ke kawasan Sungai Daun, Piyayu, Kota Batam. Hingga kini, menurutnya, berbagai fasilitas yang sebelumnya ada di permukiman lama belum seluruhnya tersedia di lokasi relokasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Panji menjelaskan, warga Tembesi Tower yang sebelumnya menempati kawasan tersebut kini telah tersebar di beberapa lokasi. Sebagian besar memang telah direlokasi ke Sungai Daun, Piyayu, namun tidak sedikit pula warga yang masih tinggal di wilayah Kelurahan Tembesi karena berbagai urusan yang belum selesai dengan pihak terkait.

“Total warga Tembesi Tower sebelumnya sekitar 400 kepala keluarga. Namun sekarang mereka sudah menyebar, tidak semuanya berada di lokasi relokasi di Piyayu,” ujar Panji.

Ia menegaskan, sebagai Ketua Tim Legalitas Tembesi Tower, dirinya sangat menyayangkan karena sejumlah kesepakatan antara warga, pihak TPM, dan Pemerintah Kota Batam hingga kini belum sepenuhnya direalisasikan.

Kesepakatan tersebut, kata Panji, sebelumnya difasilitasi oleh Pemerintah Kota Batam melalui Asisten I Pemko Batam saat itu, Yusfa yang diberi amanah oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi untuk membantu menyelesaikan persoalan Tembesi Tower.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri pimpinan BP Batam, termasuk Wali Kota Batam saat itu, Rudi, disepakati bahwa seluruh fasilitas yang ada di Tembesi Tower harus tersedia kembali di lokasi relokasi di Sungai Daun.

“Kesepakatannya jelas. Apa pun fasilitas yang ada di Tembesi Tower, harus ada juga di tempat relokasi. Bukan hanya rumah, tetapi seluruh fasilitas pendukung masyarakat,” jelasnya.

Panji mengungkapkan, hingga saat ini memang sudah ada beberapa fasilitas yang mulai dibangun, seperti masjid. Namun masih banyak fasilitas lain yang belum terealisasi, di antaranya balai warga, fasilitas umum, hingga taman kanak-kanak.

Selain itu, persoalan infrastruktur jalan juga disebut belum terselesaikan. Padahal sebelumnya telah dilakukan pendataan oleh pihak dinas terkait mengenai jalan yang akan dilakukan semenisasi di kawasan relokasi.

“Saya bahkan pernah dipanggil oleh pihak dinas untuk menunjukkan lokasi jalan yang akan disemenisasi. Semua sudah saya tunjukkan, tetapi sampai sekarang pengerjaan jalan itu belum juga terlaksana,” katanya.

Panji juga menyinggung soal komunikasi antara pihak warga dengan TPM yang menurutnya belakangan semakin sulit terjalin. Ia mengaku sebelumnya memiliki hubungan komunikasi yang cukup baik dengan pihak TPM, termasuk dengan salah satu perwakilan bernama Anwar.

Namun belakangan, komunikasi tersebut disebutnya hampir tidak ada lagi, baik dengan pihak TPM maupun petugas di lapangan.

“Dulu komunikasi masih ada. Kami juga membantu memberikan pemahaman kepada warga agar proses relokasi bisa berjalan baik. Tapi sekarang seolah-olah sudah tidak ada komunikasi lagi,” ujarnya.

Ia bahkan mengibaratkan kondisi tersebut seperti pepatah “habis manis sepah dibuang”, karena setelah proses relokasi selesai, komunikasi dengan warga dinilai semakin minim.

Meski demikian, Panji berharap pemerintah dan pihak terkait tetap menepati komitmen yang pernah disampaikan kepada warga. Ia menegaskan warga yang telah direlokasi berhak mendapatkan fasilitas yang layak sebagaimana yang pernah ada di Tembesi Tower.

“Harapan kami sederhana. Warga yang sudah pindah ke Piyayu bisa mendapatkan fasilitas yang sama seperti di Tembesi Tower dulu, seperti jalan yang layak, balai warga, fasilitas umum, dan sarana pendidikan,” katanya.

Panji berharap pemerintah melalui tim penyelesaian yang dipimpin Yusfa dapat kembali menindaklanjuti kesepakatan tersebut agar seluruh fasilitas yang dijanjikan dapat segera direalisasikan.