BATAM – Dugaan keributan yang melibatkan seorang mantan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berinisial HH di salah satu tempat hiburan malam kawasan Penuin, Lubuk Baja, Batam, menjadi perhatian publik.
Peristiwa tersebut disebut-sebut berkaitan dengan dugaan adanya penodongan senjata api (pistol) saat terjadi keributan. Namun, hingga kini dugaan tersebut belum dapat dibuktikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, memang terjadi keributan atau kesalahpahaman di lokasi kejadian. Sementara terkait dugaan penggunaan atau penodongan senjata api, informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh pihak kepolisian.
Salah seorang sumber menyebutkan bahwa dirinya mengetahui adanya keributan di lokasi. Namun, ia mengaku tidak melihat secara langsung apakah benar terdapat pistol yang digunakan dalam peristiwa tersebut.
Untuk memastikan informasi tersebut, awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Lubuk Baja, AKP Cindo Kottama, S.Tr.K., S.I.K., M.H.
Dalam keterangannya, AKP Cindo membenarkan adanya keributan atau kesalahpahaman yang terjadi.
“Itu benar ada keributan atau kesalahpahaman yang terjadi. Akan tetapi, terkait penodongan itu sampai sekarang belum bisa dibuktikan karena dari CCTV tidak ada kejadian tersebut. Akan tetapi, kami masih terus mendalami hal tersebut,” ujar AKP Cindo.
Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi, termasuk menelusuri kebenaran dugaan penodongan senjata api tersebut.
Dengan demikian, dugaan penodongan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum adanya bukti atau hasil penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian.
Polisi juga masih berupaya mengumpulkan informasi dan bukti terkait peristiwa tersebut guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi di lokasi.





