BATAM — Warga Kelurahan Batu Besar, khususnya penghuni Perumahan Citra Nongsa, mengeluhkan gangguan pelayanan air bersih yang disebut telah berlangsung lebih dari satu bulan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Warga mengaku hingga kini belum mendapatkan solusi yang jelas dari pihak terkait. Menurut informasi yang diterima warga, gangguan tersebut terjadi karena adanya perbaikan pipa menuju salah satu perusahaan di kawasan tersebut.

Namun, kondisi ini dinilai sangat menyulitkan warga karena air hanya mengalir pada waktu tertentu, bahkan disebut baru menyala sekitar pukul 02.00 dini hari. Waktu tersebut merupakan jam istirahat, sehingga warga kesulitan menampung air maupun menggunakannya untuk kebutuhan rumah tangga.

“Kami sudah lebih dari satu bulan air mati. Katanya ada perbaikan pipa ke perusahaan yang ada di sana. Kami ini setiap bulan tetap membayar, tetapi pelayanan air justru tidak berjalan normal,” keluh salah seorang warga.

Warga berharap apabila memang terdapat pekerjaan perbaikan jaringan pipa, pengaturan distribusi air dapat dilakukan dengan lebih mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Menurut mereka, air seharusnya dapat dialirkan pada pagi hingga sore hari agar warga, khususnya ibu-ibu, dapat mencuci, memasak, serta menampung air untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain persoalan distribusi, warga juga mempertanyakan bantuan air bersih selama gangguan berlangsung. Mereka menyebut belum ada bantuan mobil tangki air dari pihak kelurahan maupun kecamatan yang masuk ke lingkungan Perumahan Citra Nongsa.

Warga memang disebut diarahkan untuk mengambil air melalui fasilitas pemadam kebakaran (Damkar). Namun, pengambilan air tersebut harus dilakukan secara bergilir berdasarkan RT, sehingga dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.

“Kami minta ada solusi yang nyata. Kalau air hanya hidup pukul 2 malam, bagaimana warga mau menampung? Pagi sampai sore kami bisa menggunakan dan menampung air untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar warga.

Warga juga meminta pihak terkait, termasuk pengelola layanan air dan pemerintah setempat, memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan, pekerjaan perbaikan yang dilakukan, serta kepastian kapan pelayanan air kembali normal.

Mereka menilai pembayaran tagihan air tetap berjalan setiap bulan, sehingga masyarakat juga berhak mendapatkan pelayanan yang layak dan kepastian atas gangguan yang telah berlangsung cukup lama.

Warga berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera menghadirkan solusi, baik melalui percepatan perbaikan jaringan maupun penyediaan bantuan air bersih selama pelayanan belum normal.

“Kalau kami tetap membayar setiap bulan, kami juga berharap pelayanan tetap diperhatikan. Jangan sampai warga terus membayar, tetapi selama lebih dari satu bulan justru tidak mendapatkan air,” tegasnya.