Batam – Sebuah video yang memperlihatkan kepanikan di atas boat pompong di perairan Mubut, Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam, viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam video tersebut, terlihat seorang perempuan muda berteriak histeris hingga akhirnya menceburkan diri ke laut. Kejadian itu sempat memicu spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya tindakan asusila di atas kapal yang tengah berlayar tersebut.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Galang melalui Kanit Reskrim, Iptu Hasmir, menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan kasus asusila maupun kekerasan seksual.

“Setelah kami lakukan pengecekan, kejadian itu terjadi pada hari pertama Lebaran. Di dalam boat tersebut merupakan ayah dan anak yang hendak pulang dari Cate menuju Pulau Karas,” ujar Hasmir saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, insiden bermula saat boat melintas di perairan sekitar Mubut. Saat itu, sang ayah diduga mengalami kerasukan, yang kemudian membuat anaknya panik dan ketakutan hingga berteriak meminta pertolongan.

Teriakan korban sontak menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi, yang saat itu tengah beraktivitas dan berwisata di kawasan pantai.

“Tidak ada unsur asusila. Korban melompat ke laut karena ketakutan setelah ayahnya diduga kerasukan. Selain itu, adanya teriakan yang menyuruh loncat juga membuat korban semakin panik,” jelasnya.

Meski sempat viral dan menjadi perbincangan luas, pihak kepolisian memastikan tidak ada laporan resmi dari korban terkait kejadian tersebut. Namun demikian, aparat telah melakukan penelusuran untuk memastikan kronologi peristiwa.

Sebelumnya, video amatir yang beredar memperlihatkan seorang pria dan wanita terlibat cekcok di atas boat pompong. Dalam rekaman itu, perempuan terdengar berteriak meminta tolong, sementara pria terlihat memeluk korban.

Bahkan, sempat terlihat pria tersebut mengacungkan senjata tajam jenis golok, yang kemudian memicu kepanikan hingga korban memilih melompat ke laut.

Peristiwa ini sempat dikaitkan dengan dugaan tindak asusila. Namun setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan bahwa narasi tersebut tidak benar.