Batam. Pengetatan pengawasan laut oleh aparat penegak hukum tampaknya belum sepenuhnya mampu menekan aktivitas penyelundupan barang ilegal, khususnya rokok tanpa cukai, di wilayah Kepulauan Riau. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aktivitas penyelundupan masih marak terjadi, terutama di malam hari, melalui jalur laut Jembatan 3 Barelang.
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, kawasan pelabuhan rakyat di sekitar Dapur 3 Barelang kerap digunakan sebagai lokasi bongkar muat barang yang diduga kuat merupakan rokok non-cukai. Aktivitas ini dilakukan secara diam-diam, menggunakan kapal kayu atau kapal cepat (sepet), dan terjadi hampir tanpa hambatan.
“Beberapa minggu lalu saya lihat mereka membongkar muatan berupa kardus-kardus besar, diduga berisi rokok ilegal. Mereka pakai kapal kayu, dan saya yakin muatan itu akan dibawa ke arah Tembilahan, Riau,” ujar sumber tersebut kepada media ini.
Ia juga menyebutkan bahwa di sekitar lokasi kerap terlihat mobil-mobil mewah seperti Toyota Fortuner, namun para penumpangnya tidak keluar dari kendaraan. Hal ini menimbulkan dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu dalam melindungi jalannya operasi ilegal tersebut.
Meski aparat seperti TNI AL, Polda Kepri, dan Bea Cukai telah meningkatkan patroli laut dalam beberapa bulan terakhir, namun masih ditemukan celah yang dimanfaatkan oleh para pelaku penyelundupan. “Bagi para mafia rokok ilegal, lampu merah seolah tak ada artinya. Mereka bertindak seakan-akan kebal hukum,” tambahnya.
Masyarakat berharap pihak berwenang dapat meningkatkan patroli serta penegakan hukum secara tegas dan menyeluruh demi menjaga kedaulatan wilayah laut Kepri dari aktivitas ilegal yang merugikan negara.





