Batam. Rencana kunjungan Menteri Purbaya ke Kota Batam, Kepulauan Riau, memicu sorotan tajam terhadap aktivitas proyek di Pulau Tanjung Sauh, yang berada di seberang Pelabuhan Telaga Punggur. Kunjungan tersebut disebut sebagai respons atas meningkatnya aduan masyarakat terkait dugaan persoalan dalam pengembangan kawasan industri di wilayah tersebut.
Pulau Tanjung Sauh yang berjarak sekitar lima menit dari Batam itu saat ini tengah dikembangkan sebagai kawasan industri energi. Sejumlah proyek strategis seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), industrial estate, hingga rencana pabrik baja disebut sedang dalam tahap progres.
Namun di balik geliat investasi tersebut, muncul berbagai pertanyaan dari publik. Mulai dari transparansi perizinan, dampak lingkungan, hingga kejelasan manfaat bagi masyarakat setempat.
“Proyeknya besar, tapi masyarakat justru bertanya-tanya. Ini untuk siapa sebenarnya?” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Informasi yang beredar menyebutkan, proyek di kawasan tersebut melibatkan investasi di sektor energi dan sumber daya alam, termasuk batu bara dan granit. Beberapa perusahaan juga dikabarkan terlibat, namun hingga kini belum ada penjelasan terbuka secara detail kepada publik.
Tak hanya itu, kondisi di lapangan juga disebut masih jauh dari kata rampung. Sejumlah pekerja dikabarkan mengalami ketidakpastian pekerjaan karena proyek yang masih dalam tahap pengembangan.
Kunjungan Menteri Purbaya diharapkan tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum untuk membuka secara terang benderang apa yang sebenarnya terjadi di Tanjung Sauh.
Publik kini menanti langkah tegas pemerintah: apakah proyek ini benar-benar membawa manfaat, atau justru menyisakan persoalan baru di kemudian hari.
Sorotan kini tertuju pada Batam. Transparansi dan keberpihakan pada masyarakat menjadi ujian nyata dalam proyek besar ini.





