Batam. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Ballroom lantai 12 Hotel Nagoya Hill, Batam, dalam acara Malam Ramah Mesra yang digelar pada Rabu malam (24/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Advanced Entrepreneurial Leadership Series, program kerja sama yang diinisiasi Majlis Integrasi Pendidikan Negara (MIPN) Malaysia.
Acara ini menghadirkan pertemuan lintas negara serumpun, yakni Indonesia dan Malaysia, dalam nuansa silaturahmi serta semangat memperkuat sinergi di bidang pendidikan, kepemudaan, dan kewirausahaan.
Para tokoh dari kedua negara hadir dan menunjukkan komitmen untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Dari Indonesia, terlihat kehadiran Sardison, Marzul Hendri, dan Sultan Huzrin Hood. Sementara dari Malaysia, hadir Zamri dan Roselina mewakili Majlis Pemerkasaan Perniagaan Malaysia (MPPM).
Zamri menyampaikan bahwa kolaborasi pendidikan dan kepemimpinan antargenerasi muda perlu diperkuat agar kedua negara dapat tumbuh bersama.
> “Kita ini serumpun. Kolaborasi pendidikan dan kepemimpinan harus diperkuat agar generasi muda kita saling mengisi dan tumbuh bersama,” ujarnya.
Senada, Roselina menekankan pentingnya ruang dialog sebagai jembatan relasi antarbangsa.
> “Ini ruang dialog yang harus terus dijaga. Kita ingin Malaysia dan Indonesia tumbuh bersama,” katanya.
Acara berlangsung santai namun sarat makna. Penampilan seni dari delegasi Malaysia yang membawakan puisi dan lagu bertema persaudaraan menambah kehangatan malam tersebut. Suasana kian akrab dengan sesi ramah tamah, saling berbincang, pertukaran cendera mata, serta swafoto antarpeserta.
Ketua LSM Lingkaran Amanah Rakyat (LIAR), Aksa Halatu, juga turut hadir dan memberikan pernyataan mengenai pentingnya momentum kolaborasi ini untuk membuka peluang investasi dan lapangan kerja.
> “Kita tetap mengawal, tujuannya adalah bagaimana mempererat hubungan. Jika mereka berkenan membangun investasi di sini, tentu ini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.
Program ini sejalan dengan semangat Hari Kebangsaan dan Hari Malaysia 2024, yang mengusung tema persatuan dan kemajuan. Acara Malam Ramah Mesra menjadi cerminan nyata semangat tersebut, bukan hanya dalam konteks nasional, tetapi juga regional.
Hubungan antara Indonesia dan Malaysia memang telah lama terjalin dalam berbagai sektor. Berbagai kegiatan bersama seperti forum pendidikan, kebudayaan, dan kewirausahaan secara rutin digelar sebagai bentuk penguatan hubungan bilateral.
Selain para tokoh nasional dari Indonesia dan Malaysia, lembaga seperti MIPN, MPPM, serta komunitas sipil turut berperan aktif. Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia juga disebut kerap menginisiasi sesi dialog lintas sektor, termasuk bersama Persatuan Penulis-Penulis Sukan Malaysia (SAM), sebagai bentuk penguatan komunikasi dua arah.
Acara ini mempertegas bahwa dialog lintas negara dan kolaborasi antargenerasi adalah fondasi utama untuk menciptakan generasi muda yang unggul dan berdaya saing. Dengan iklim investasi yang inklusif dan kolaboratif, Indonesia dan Malaysia dapat saling memperkuat potensi ekonomi dan sosial yang dimiliki.
Semangat persaudaraan yang ditunjukkan dalam Malam Ramah Mesra di Batam diharapkan dapat terus bergulir menjadi kekuatan baru dalam menghadapi tantangan global bersama.





