BATAM – Benarkah Kota Batam mengalami pemadaman listrik secara luas? Pertanyaan ini mencuat setelah Wakil Ketua I PWMOI Kepri, Mitra Julias Tama, menerima informasi mengenai pemadaman listrik di sejumlah wilayah, di antaranya Bengkong, Sekupang, Batam Center, hingga Nongsa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius dari masyarakat: apa penyebab pemadaman, berapa lama warga harus menunggu, dan di mana penjelasan resmi PLN kepada pelanggan?

Mitra Julias Tama menilai, persoalan listrik bukan perkara sepele. Listrik merupakan kebutuhan vital yang menopang aktivitas rumah tangga, usaha kecil, perkantoran, hingga berbagai pelayanan masyarakat. Ketika pasokan terhenti di sejumlah kawasan, dampaknya bukan hanya membuat rumah gelap, tetapi juga mengganggu roda perekonomian dan aktivitas warga.

“Kalau benar pemadaman terjadi di sejumlah wilayah Batam seperti Bengkong, Sekupang, Batam Center, dan Nongsa, PLN harus segera memberikan penjelasan terbuka. Jangan biarkan masyarakat bertanya-tanya tanpa kepastian. Apa penyebabnya, kapan listrik kembali normal, dan apa langkah konkret yang dilakukan untuk mengatasi persoalan ini?” tegas Mitra.

PLN Jangan Hanya Menagih, Pelayanan Juga Harus Dipertanggungjawabkan

Menurut Mitra, masyarakat sebagai pelanggan memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai gangguan layanan kelistrikan. Tagihan listrik tetap menjadi kewajiban pelanggan, tetapi keandalan pasokan dan keterbukaan informasi juga merupakan bagian penting dari pelayanan yang harus diperhatikan.

“Jangan sampai masyarakat hanya dituntut membayar tagihan tepat waktu, sementara ketika listrik padam, warga justru kesulitan mendapatkan informasi. PLN harus hadir dengan penjelasan yang jelas, bukan membiarkan masyarakat berspekulasi mengenai penyebab gangguan,” ujarnya.

Ia meminta PLN menjelaskan apakah pemadaman tersebut disebabkan oleh gangguan jaringan, kerusakan peralatan, pemeliharaan, atau faktor teknis lainnya. Jika terjadi gangguan besar, masyarakat perlu memperoleh informasi mengenai wilayah terdampak dan perkiraan waktu pemulihan yang realistis.

Mitra juga menekankan agar informasi disampaikan secara berkala apabila proses penanganan membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan awal.

Jangan Biarkan Masyarakat Menebak-nebak

Bagi Mitra, persoalan utama bukan hanya padamnya listrik, melainkan juga kepastian informasi dan respons terhadap keluhan masyarakat.

“Jangan biarkan warga menebak-nebak sendiri. Kalau memang ada gangguan, sampaikan secara terbuka. Kalau ada kendala dalam pemulihan, jelaskan kepada masyarakat. Yang dibutuhkan pelanggan adalah kepastian, bukan kebingungan,” katanya.

Ia mendorong PLN segera melakukan pengecekan di wilayah yang dilaporkan terdampak, memastikan penyebab gangguan, serta mempercepat pemulihan dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.

PWMOI Kepri, lanjutnya, berharap persoalan ini mendapatkan perhatian serius agar masyarakat tidak terus dirugikan oleh gangguan pelayanan yang tidak disertai informasi memadai.

Menunggu Penjelasan Resmi PLN

Hingga penyebab pemadaman dan cakupan wilayahnya terkonfirmasi melalui keterangan resmi, belum dapat dipastikan bahwa seluruh Kota Batam mengalami mati listrik secara bersamaan. Informasi yang diterima Mitra Julias Tama sejauh ini menyebutkan Bengkong, Sekupang, Batam Center, dan Nongsa sebagai wilayah yang dilaporkan terdampak.

Karena itu, PLN perlu segera memberikan klarifikasi mengenai cakupan pemadaman, penyebab gangguan, langkah penanganan, serta estimasi pemulihan pasokan listrik.

Masyarakat tidak sekadar membutuhkan janji bahwa listrik akan kembali menyala. Mereka membutuhkan informasi yang transparan, penanganan yang nyata, dan pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kini, pertanyaan yang menunggu jawaban adalah: apa yang sebenarnya terjadi pada pasokan listrik Batam, dan kapan PLN memastikan kondisi kembali normal?