Batam. Sebuah gudang yang berada di dalam kawasan industri di wilayah Batam Center, Kota Batam, diduga menjadi lokasi penyimpanan pakaian impor asal Tiongkok yang belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Informasi ini diperoleh dari sumber warga yang menyebut bahwa gudang tersebut kerap menerima kiriman baju baru dari luar negeri, khususnya Tiongkok, untuk kemudian didistribusikan ke sejumlah titik di Kota Batam.
“Iya, Bang, gudangnya itu kadang-kadang didatangi kontainer. Aneh juga, soalnya lokasi gudangnya persis di sebelah tempat penampungan barang rongsokan,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya. “Saya tidak tahu milik siapa gudangnya. Tapi setiap kali kontainer masuk, besoknya atau hari itu juga langsung diangkut mobil boks. Bajunya juga tidak ada label, dan kami curiga baju-baju itu tidak ber-SNI.”
Sumber juga menyebut adanya seorang pria tua yang tampak bekerja seperti mengerjakan perabotan di area tersebut. Namun, saat ditanya, pria tersebut mengaku tidak mengetahui siapa pemilik gudang maupun asal-usul barang-barang di dalamnya.
Tim investigasi media yang menindaklanjuti informasi ini segera mendatangi lokasi dan menemui pria yang dimaksud. Kepada awak media, pria itu kembali menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui aktivitas maupun kepemilikan gudang tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola gudang belum memberikan klarifikasi resmi. Awak media juga belum memperoleh keterangan dari instansi berwenang terkait dugaan peredaran pakaian impor non-SNI tersebut.





