Batam. Seorang karyawan yang bekerja sebagai waiter di tempat hiburan malam (THM) Fris Club, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, diduga menjadi korban pengeroyokan. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (2/9/2025) sekitar pukul 04.30 WIB di ruang VIP 30 klub tersebut.
Berdasarkan laporan resmi ke Polsek Lubuk Baja dengan Nomor STPL/127/IX/2025/Polsek Lubuk Baja/Polresta Barelang/Polda Kepri, insiden bermula ketika korban mencoba melerai perkelahian antara dua rekannya, ANAM dan JHON. Namun, upaya tersebut justru berujung tindak kekerasan terhadap dirinya.
Korban mengaku sempat dibanting hingga terjatuh oleh ANAM, lalu dipukul berulang kali di bagian kepala, pipi, dan pelipis mata. Tak berhenti di situ, rekan lainnya bernama YOHANDA juga menendang kaki korban. Akibatnya, korban mengalami luka di pipi, pelipis kanan, serta sakit pada bagian kepala.
Usai kejadian, korban langsung melapor ke Polsek Lubuk Baja. Kasus ini kini ditangani oleh Unit Reskrim Polsek lubuk baja.
Kasus ini semakin menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa pihak manajemen Fris Club justru melakukan pemecatan sepihak terhadap korban usai insiden tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai perlindungan tenaga kerja di sektor hiburan malam di Batam.
Sebelumnya, Fris Club juga beberapa kali menjadi sorotan publik. Wakil manajemen klub yang berkewarganegaraan asing sempat viral karena diduga menggelapkan dana perusahaan hingga mengalami pengeroyokan. Kasus serupa juga pernah menimpa salah satu DJ klub tersebut.
Tokoh masyarakat setempat menilai, maraknya insiden kekerasan di Fris Club mencerminkan lemahnya sistem keamanan internal. Mereka mendesak aparat penegak hukum dan Dinas Tenaga Kerja untuk memberi perhatian serius terhadap perlindungan hak-hak pekerja di sektor hiburan malam.
“Jika pengeroyokan terus berulang di perusahaan tersebut, bagaimana peran pengamanan? Jangan sampai ada korban yang lebih serius di kemudian hari,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, Kanit Polsek lubuk baja saat di konfirmasi Masi proses melakukan penyelidikan lebih lanjut, sementara manajemen Fris Club belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut.





